Indonesia

Waspada Penyusupan Kampanye Politik dalam Tabilgh Akbar Alumni 212 di Solo

Jakarta – Alumni 212 berencana untuk menggelar Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo pada Minggu, 13 Januari 2019. Mengingat bahwa kelompok 212 saat ini identik dengan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, makan perlu diwaspadai agar acara tabligh akbar tersebut tidak disusupi dengan kepentingan politik

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Fajar Subkhi Abdul Kadir Arif mengingatkan agar acara tabligh akbar Alumni 212 di Solo tidak dijadikan sebagai ajang kampanye.

Berdasarkan izin yang diajukan, kegiatan tersebut merupakan sosial kemasyarakatan. Bawaslu tetap menghormati dan menghargai siapa pun yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun tetap mewanti jika diadakan dalam rangka kampanye maka ketentuan tentang kampanye wajib dipatuhi.

“Apakah nanti (tablig akbar) akan kampanye atau tidak, kita lihat fakta di lapangan,” kata Fajar di Kantor Bawaslu Jateng di Semarang, Kamis (10/1).

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo mengatakan, pihaknya berharap dalam acara tersebut penyelenggara bisa mematuhi peraturan yang berlaku, diantaranya tidak memasang atribut kampanye.

Bawaslu akan melakukan pemantauan berlapis untuk acara tersebut. Melihat sejauh mana acara berlangsung dan diharapkan semua mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan dengan tidak menggelar aturan kampanye.

Menurutnya, dalam acara tersebut ada yang masuk pemberitahuan dalam kategori kampanye. Padahal Tabligh Akbar seharusnya diselenggarakan sesuai dengan ijinnya, bukan ijin kampanye.

Berdasarkan unsur-unsur dalam acara tersebut, sangat dimungkinkan akan disusupi dengan orasi politik mendukung salah satu Paslon.

Masyarakat pun diharapkan agar turut serta menjaga kemurnian dari acara Tabligh Akbar tersebut. Jangan dikotori dengan kepentingan politik. (dewemcf)

Leave a Response