Kabar

Waduh Sandiwara Uno Beraksi Lagi, Mau Tipu-tipu Jadi Oposisi

JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi mengumumkan Joko Widodo dan Ma’ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2019-2024. Jokowi- Ma’ruf Amin akan dilantik pada Oktober 2019.

Setelah kalah dalam pertarungan Pilpres 2019, Sandiaga Uno sudah menentukan sikap politiknya. Dia akan berada di luar pemerintahan. Tugasnya mengawal jalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jika pemerintah tidak ada yang mengawal yang akan terjadi adalah mutu dari kebijakan itu tidak ada yang mengontrol,” kata Sandiaga di dalam sambutan pada acara Halal Bihalal dan Diskusi Milenial di Warung Upnormal, Jakarta Pusat, Minggu (14/7).

Dia tak ingin pemerintah keluar dari jalurnya, menyejahterakan rakyat. Karena itu Sandiaga menilai perlu ada yang berada di luar pemerintahan untuk sekadar mengingatkan bila berjalan tak sesuai keinginan rakyat.

“Pemerintah akan ugal-ugalan tidak ada yang ingetin. Ibaratnya itu harus ada mitra yang di luar yang tidak peduli pada jabatannya,” ujarnya.

Sandiaga memilih menjadi oposisi agar tidak tergantung pada pemerintahan yang berkuasa. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tak khawatir menyuarakan yang terbaik untuk mengawal kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi oposisi itu tidak bisa dipecat, betul kan? Jadi menteri bisa dipecat enggak? Oposisi bisa enggak dipecat? Enggak bisa. Jadi kita enggak perlu khawatir menyuarakan apa yang terbaik,” ucapnya

Pernyataan Sandiaga membuktikan dirinya sedang mencari panggung politik untuk memperkuat posisinya pada Pilpres 2024. Ia memilih menjadi oposisi dan berbeda sikap dengan Prabowo. Sejatinya ini hanya akal-akalan Sandi untuk merebut hati pendukung Prabowo yang kecewa dengan rekonsiliasi. Sandi ingin menjadi pahlawan kesiangan dengan mencitrakan dirinya masih setia terhadap pendukungnya, tidak seperti Prabowo yang berkhianat.

Perlu diwaspadai jika para pendukung Prabowo yang anti-perdamaian, anti-Pancasila dan anti-NKRI, menjadi potensi modal Sandi untuk Pilpres 2024. Ia tidak peduli dengan agenda pribadi mereka untuk menjadikan Indonesia khilafah dan mengganti Pancasila, yang penting Sandi menang pada pemilihan nanti. Ini sangat berbahaya.

Sandi begitu desperate hingga berharap disokong trah Cendana yang terus mengagung-agungkan Orde Baru. Selain itu, bau-bau ambisi pribadi sangat kuat dari pernyataan Sandi bahwa belum berakhir. Padahal bilang mau rehat dulu dari politik, tetapi terus bergerilya di balik layar dengan menggalang dana. Hati-hati dengan ambisi Sandi, jangan sampai bermain api karena bisa membakar diri sendiri.

Leave a Response