Hoax

Video Pernyataan Ustz. Zulkifli Muhammad Ali Terkait Akan Terjadinya Revolusi Berdarah Komunisme 2018 Adalah Video Lama yang di edarkan Kembali

INIBENAR.COM, JAKARTA – Dalam suatu diskusi bertema ‘Waspada Penumpang Gelap Pilpres 2019’ di Jakarta, Senin (24/9) Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing memprediksi “penumpang gelap” bakal muncul di Pilpres 2019.

Di antaranya yang paling khas dan hampir selalu populer adalah isu bangkitnya kembali PKI atau komunisme di tanah air baik kebangkitan yang sifatnya murni dari dalam negeri maupun karena adanya campur tangan pihak luar ataupun bahkan didorong oleh kedua belah pihak.

“Saya mau katakan, tidak hanya di pilpres, dalam dinamika politik penumpang gelap adalah sesuatu yang tak tertolak dan tak ternafikkan,” ujar Emrus saat itu.

Beredar video Ust Zulkifli Muhammad Ali membuat pernyataan terkait akan terjadinya gelombang kedatangan komunisme Thionghoa di Indoesia tahun 2018 yang pada akhirnya akan berpotensi besar menjadi Revolusi Berdarah Komunis Indonesia 2018 yang cukup meresahkan masyarakat. Dalam video tersebut, Ust Zulkifli memprovokasi bahwa para Pimpinan Pondok Pesantren didatangi oleh 3 anggota Mabes TNI yang menanyakan sampai sejauh mana loyalitas para Pimpinan Pondok Pesantren tersebut kepada NKRI.

Dalam video itupun Zulkifli melontarkan tudingan bahwa ke-3 anggota Mabes TNI meminta tolong kepada umat Islam agar selamatkan Indonesia 2019. Ia menuduhkan bahwa Indonesia akan menjadi kampung cina yang kedua karena ada niat untuk menghabisi umat Muslim oleh komunis china, kemudian mereka akan bagi-bagi kekuasaan.

Tentu saja konten dalam video tersebut sangatlah provokatif  dan dapat menciptakan instabilitas bagi masyarakat karena tanpa menyertakan fakta-fakta dan bukti otentik yang jelas sebagai pendukung isi pernyataan dari video dan terlebih tersebar disaat masa-masa kampanye Pemilu Serentak 2019 semakin dekat yang tentunya diakui banyak pihak sebagai masa-masa rentan dan sensitif terhadap isu-isu sensitif juga, termasuk isu terkait PKI/ komunisme yang diangkat secara tematik jelang akhir September.

Isu komunis Cina selalu diangkat oleh pihak-pihak tertentu karena mengandung komoditas, muatan dan tujuan politik dengan sasaran mendiskreditkan pemerintah. Hal tersebut secara bertahap bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Masyarakat dihimbau agar bersikap kritis terhadap segala informasi yang mengatasnamakan gerakan komunis, karena hal tersebut merupakan bentuk propaganda negatif terhadap pemerintahan Jokowi yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.

Leave a Response