Kabar

TKN Sebut Prabowo Tak Mengerti Sejarah Saat Kritik Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menilai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak mengerti sejarah ekonomi Indonesia saat mengkritik ekonomi Indonesia. Wakil Ketua TKN, Abdul Kardir Karding mengatakan, pernyataan Prabowo yang menyebut ekonomi Indonesia sudah salah arah sejak puluhan tahun jadi terasa janggal. Pasalnya, Prabowo sendiri merupakan bagian dari rezim yang berkuasa puluhan tahun lalu.

Menurut Karding, Prabowo merupakan bagian dari Orde Baru yang membuat ekonomi Indonesia terpuruk hingga menyebabkan ketimpangan dan kemiskinan.

“Dia (Prabowo) kan bagian dari Orba. Bagian utama, bagian inti dari Orba salah satunya adalah Pak Prabowo. Jadi kalau dia melihat pemerintah-pemerintah sebelumnya gagal, itu kan berarti dia lah yang menikmati salah satu kemewahan, privilege, KKN di zaman Orba. Dia ikut merusak kalau pakai logika itu,” kata Karding, Minggu (14/4).

Pernyataan Prabowo yang menyebut para presiden sebelum Jokowi harus bertanggung jawab atas kondisi ekonomi Indonesia saat ini membuat petinggi Partai Demokrat berang. Mereka memutuskan walk out atau WO dari arena debat pemilihan presiden terakhir.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menilai wajar dengan sikap yang diambil oleh petinggi Partai Demokrat. Sebab, Prabowo tidak bisa melihat masalah secara objektif. Apalagi, Partai Demokrat merupakan rekan satu koalisi.

“Tidak wajar kalau (Demokrat) tidak memberikan protes. Karena melihat pembangunan pemerintahan dari masa ke masa ini kan mesti objektif, dalam artian kita tidak boleh pukul rata sama semua (presiden),” ujar Karding.

Karding melihat, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden keenam Indonesia, punya jasa alam membangun Indonesia. Karding melihat, SBY juga turut memberikan perubahan dan perbaikan.

Karding merupakan anggota DPR saat SBY menjabat presiden. Jadi ia bisa melihat kinerja SBY lebih proporsional. “Banyak faktanya kan Pak SBY itu membangun bangsa Indonesia. Bukan merusak pondasinya, bukan seperti yang disampaikan Pak Prabowo,” ujarnya.

Politikus PKB ini meminta agar Prabowo tidak asal bicara dan membangun narasi yang hanya ingin mendapat simpati lewat kontroversi. Sementara para petinggi demokrat lainnya, Agus Harimurti Yudhoyono yang juga putra sulung SBY masih bertahan menonton debat terakhir kedua pasangan calon.

Leave a Response