HoaxHukum

Rizieq Shihab Mentahkan Ucapannya Sendiri Terkait NKRI Bersyariah

JAKARTA – Melalui video dari Mekah yang disiarkan langsung dari akun YouTube Front TV, Sabtu (24/8) dalam rangka Milad ke-21 FPI, Rizieq berteriak tentang NKRI bersyariah sambil menyerang pemerintahan Jokowi dengan menyebut sebagai rezim perselingkuhan antara komunis sosialis dan liberal kapitalis serta menuding BPIP sebagai badan pengkhianat ratusan juta yang harus dibubarkan.

Pernyataaan tersebut tak berdasar sebab faktanya:

a. Ucapan Rizieq justru mementahkan konsep NKRI Syariah, karena tanpa embel-embel syariah segala macam memang RI sudah bersyariah sejak awal, dari mulai pasal 29 ayat 1 UUD 1945, sila pertama Pancasila serta banyak lagi yang lainnya.

b. Pada Maret 2015, MPR dan MK telah sepakat untuk kembali menggunakan istilah Empat Pilar yang sebelumnya digugat MK dan diubah menjadi istilah Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara. Dengan keputusan tersebut tak ada yang bisa menggugat istilah sosialisasi empat pilar MPR RI kecuali mereka yang berusaha mencari kesalahan.

c. Terkait gaji tertera dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai BPIP, merupakan akumulasi dari gaji, tunjangan serta biaya operasional. Mahfud MD  pernah menjelaskan bahwa sebetulnya gaji pimpinan BPIP hanya Rp 5 juta. Presiden Jokowi juga sudah menjelaskan bahwa struktur gaji BPIP paling kecil di antara pimpinan lembaga lain. Jadi tidak benar bahwa ratusan juta tersebut adalah gaji pokok pimpinan BPIP.

Dalam kehidupan bernegara, Jokowi secara lebih arif memaknai syariah sebagai sebuah wasilah, sebuah jalan menuju fitrah, menuju kebahagiaan sejati yang tak hanya bersifat duniawi namun juga ukhrowi.

Jokowi mengimplementasi kebahagiaan versi Muhammad SAW meliputi rumah yang luas, istri yang salihah, tetangga yang baik, kendaraan yang bagus juga ladang yang luas, yang tidak sekedar dalam konteks harfiah melainkan juga dalam simbol-simbol yang lebih menyeluruh.

Dalam sidang tahunan kenegaraan telah jelas Jokowi menginginkan Indonesia menjadi sebuah rumah yang aman, nyaman serta damai dan menentramkan bagi seluruh rakyatnya tanpa peduli apapun latar belakang yang dimiliki. Jokowi tak henti menganyam tali persaudaraan, menyulam indah kebersamaan, demi dan untuk rakyatnya.

Sementara Rizieq dan pendukungnya tak ubahnya maha-satpam, yang sholat sambil tak henti melirik makmum sebelah untuk terus mencurigai apakah sudah khusyuk atau belum, serta tak henti memelototi seantero negeri dengan syariah yang nadir sebatas hukum, dan bukan sebagai jalan menuju Tuhan menuju kebahagiaan hakiki. (kania/mcf)

Leave a Response