Indonesia

Prabowo-Sandi, Paslon Tajir Yang Ngemis Minta Sumbangan Ke Pengusaha

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui bahwa mereka sangat mengharapkan adanya suntikan dana sumbangan dari para pengusaha untuk sisa masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Sandiaga Uno pun dengan gencarnya memaparkan janji-janjinya kepada para pebisnis dan mengklaim per Januari ini para pengusaha akan mulai melirik dirinya dan Prabowo. Sementara itu, Bendahara BPN Prabowo-Sandiaga, Thomas Muliatna Djiwandono mengklaim hingga Senin lalu, 7 Januari 2019, belum ada bantuan dana dari para pengusaha.

Tindakan Prabowo-Sandiaga meminta sumbangan kepada pengusaha, berefek domino karena Prabowo-Sandiaga akan berutang budi kepada pengusaha jika terpilih. Seharusnya Prabowo-Sandiaga meminta bantuan kepada partai pengusung, bukan membebankan kelompok masyarakat tertentu untuk tujuan politiknya.

Per akhir Desember lalu, BPN melaporkan penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandiaga sebesar Rp 54 miliar.  Sandiaga dan Prabowo mengucurkan dana masing-masing sebesar Rp 39,5 miliar dan Rp 13,05 miliar. Sandiaga pun langsung mengungkapkan bahwa terdapat tiga partai pengusung yang belum menyetorkan dana kampanye, yakni PKS, PAN dan Demokrat.

Prabowo sebagai Capres hasil Ijtima Ulama sebelumnya sudah mengemis dana kampanye kepada pengusaha Tionghoa dan akhirnya menerima donasi Rp 460 juta dari 16 pebisinis Tionghoa. Saat itu, Prabowo, menghadiri acara gala dinner dan ramah tamah bersama para pengusaha Tionghoa di Super Ballroom Suncity, Gedung Lindeteves, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Jumat (7/12/2018).

Bukan rahasia bahwa Prabowo dan Sandiaga berasal dari keluarga mampu dan memiliki banyak harta. Adik Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo bahkan masuk sebagai 50 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah aset senilai $850 juta pada 2017 lalu. Namun, Prabowo dan timsesnya tanpa rasa malu kembali mengemis kepada pengusaha, meminta-minta dana sumbangan untuk kepentingan kampanye. Hal tersebut tentu saja untu menjaga harta kekayaan mereka agar  tidak habis jika kalah di Pilpres 2019 nanti. (eremcf)

Leave a Response