Kabar

Pengurus PP Muhammadiyah Tak Bisa Kambing Hitamkan BIN soal Teror Pemuka Agama

JAKARTA – Teror terhadap pemuka agama yang terjadi di sejumlah tempat akhir-akhir ini ditanggapi secara sinis oleh Mustofa Nahrawardaya. Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini menuding Badan Intelijen Negara (BIN) yang lengah dan bertanggung jawab dalam kasus ini.

Melalui akun twitter pribadinya, @NetizenTofa, seperti dikutip pada Minggu (11/2), secara tendensius, Mustofa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Budi Gunawan (BG).

“Masjid diserang! Gereja diserang! Dan intelijen kita gak tahu? COPOT KEPALA BIN!,” cuitnya.

Mustofa juga melempar tagar #CopotKepalaBIN dan disambut beberapa follower-nya, antara lain @inominataa dan @ThenBagoes, agar dapat menembus trending topic. Cuitan Mustofa itu di-retweet 200 warganet dan di-like 269 warganet lainnya.

“Gereja diserang langsung petinggi-petinggi pada ngecam, giliran ustad diserang pada mingkem,” cuit akun @Bambang75804748.

“Bukan nggak tahu …. Tapi pura-pura gak tahu … Berarti ada kekutan besar yang membuat BIN mingkem. Kalo ngakunya beneran gak tahu …. Ngapain aja? Ngabisin duit negara doank???” celoteh akun @SriMuly72534846.

Pendapat Mustofa ini provokatif. Cuitannya dan tagar yang ia lemparkan dan disambut netizen dapat menciptakan isu yang berpotensi menimbulkan instabilitas sosial.

Pasalnya, insiden teror yang terjadi tidak lantas menggambarkan bahwa intelijen kecolongan. Sebab, intelijen bekerja secara senyap. Kondusifitas keamanan bangsa yang saat ini terwujud juga hasil dari kinerja intelijen. Tuduhan Mustofa hanya mendiskreditkan intelijen untuk menciptakan kegaduhan.

Teror yang terjadi juga propaganda negatif untuk penggiringan opini masyarakat bahwa rangkaian serangan ini sengaja dimunculkan untuk menimbulkan kesan bahwa menjelang penyelenggraan Pilkada 2018, Jabar tidak aman sehingga dibutuhkan Plt gubernur dari kepolisian.

Leave a Response