Indonesia

Pastur di Yogya Ajak Umat Katolik Tetap Tenang Terkait Penyerangan di Gereja St Lidwina

JAKARTA – Aksi penyerangan terhadap umat katolik di gereja ST Lidwina saat misa pagi, Minggu (11/2), mengakibatkan lima orang terluka. Peristiwa ini menjadi viral karena korban penyerangan diantaranya Romo Karl Edmund Pier dan polisi yang berusaha menangkap pelaku, Suliyono.

Atas aksi tersebut, para Romo atau Pastur di Yogyakarta meminta peritiswa itu tidak diviralkan melalui media sosial. Romo Yos Bintoro, PR, meminta warganet tidak memviralkan insiden tersebut.

Romo yang bertugas di Lanud Adusutjipto Yogyakarta ini mengatakan peristiwa di gereja St Lidwina jika disebarkan ke media sosial berpotensi menjadi gerakan yang kontra produktif pada pendesain serangan ini. Selain itu agar tidak membuat kepanikan umat yang tidak perlu.

Romo Yos justru mengajak untuk lawan dengan mengatakan “Tidak Takut Pada Terorisme. “Kejadian penyerangan itu bisa digunakan untuk kegiatan ujaran kebencian selanjutnya,” ujarnya.

Romo Yos mengajak umat katolik untuk tetap tenang, sabar dan menggunakan media sosial untuk menunjukkan gerakan kontra terhadap mereka.

“Cukup berkata, Kami mengutuk perbuatan ini di Republik Indonesia dan kami akan lawan gerakan melawan kebhinekaan, melawan persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia mengutuk aksi penyerangan yang dilakukan Suliyono kepada jemaat yang tengah melakukan misa di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog.

“MUI sangat menyesalkan terjadinya penyerangan terhadap Gereja St Lidwina Bedog, Yogyakarta, pada saat umat Kristiani melaksanakan ibadah misa pagi di Gereja. Tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan ajaran nilai-nilai agama,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid, Minggu (11/2).

MUI meminta kepada aparat kepolisian RI untuk segera bertindak cepat dan mengusut tuntas motif Suliyono melakukan aksinya. “Pelaku harus segera memberi keterangan kepada masyarakat agar tidak timbul fitnah dan prasangka buruk di masyarakat yang dapat mengganggu harmoni kehidupan antarumat beragama,” kata dia.

MUI meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dengan tidak menyebarkan opini, berita hoax dan berbagai isu yang justru dapat membuat gaduh dan mengganggu keamanan nasional.

Leave a Response