Indonesia

Organisasi Mahasiswa Minta Organisasi Kepemudaan Edukasi Harmoni Kebangsaan

JAKARTA – Insiden penyerangan sejumlah pemuka agama yang terjadi disejumlah wilayah mengundang keprihatinan sejumlah organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan. Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional menilai dampak dari beberapa peristiwa ini adalah terganggunya stabilitas keamanan daerah dan nasional yang dapat memicu konflik horizontal yang lebih besar.

Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan Nasional yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI, KAMMI, HIMA PERSIS, Pemuda Muslimin Indonesia, SEMMI, Gema Mathla’ul Anwar, GPII, IPTI, HIMMAH, GMKI, ini menilai persoalan-persoalan intoleransi dan radikal ini harus segera ditangani sehingga konflik sekecil apapun dapat segera diselesaikan dengan serius dan tuntas.

Tindakan pencegahan yang terencana, sistematis, dan berkesinambungan akan membuat kasus ini tidak meluas.

Untuk itu, sebagai bentuk tanggung jawab bersama, organsiasi kemahasiswaan dan kepemudaan nasional menyatakan sikapnya di Monumen Gong Perdamaian Dunia di kota Ambon pada 14 Februari 2018.

Pernyataan sikap tersebut yaitu meminta Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan agar bekerjasama dengan solid, sinergis, dan responsif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dan intoleran.

Meminta Kepala BIN, Kapolri, Panglima TNI berkoordinasi dalam mengungkap aktor intelektual dari rangkaian kasus yang telah terjadi serta mengoptimalkan tindakan preventif agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Mengajak segenap elemen bangsa antara lain pejabat publik, tokoh agama, tokoh masyarakat, elit partai politik, pimpinan ormas, dan lainnya untuk turut mengkondusifkan keadaan serta tidak mengeluarkan pernyataan yang provokatif.

Mengajak seluruh anggota dari organisasi HMI, PMII, GMNI, PMKRI, IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI, KAMMI, HIMA PERSIS, Pemuda Muslimin Indonesia, SEMMI, Gema Mathla’ul Anwar, GPII, IPTI, HIMMAH, dan GMKI, untuk menjaga ikatan persaudaraan serta berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang harmoni kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945.

Terakhir, organisasi kemahasiswaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu yang dapat memecah-belah kerukunan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Leave a Response