Kabar

Munas Alim Ulama PBNU 1983: Pancasila Tak Bertentangan dengan Nilai Islam

JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan pernyataan kontroversi. Ketua FPI Jakarta Habib Muhsin Alatas mengatakan usaha memperjuangkan syariat Islam dalam perundang-undangan tak melanggar konstitusi.

“Kita memperjuangkan syariat Islam di dalam perundang-undangan secara konstitusional itu tidak ada halangan, bukan melanggar konstitusi,” Kata Muhsin dalam konferensi pers Acara Milad HRS Center pertama di Hotel Balairung, Jakarta Timur, Selasa (3/9).

Muhsin menyebutkan bahwa pemisahan perjuangan politik dari nilai agama di Indonesia tidak bisa dilakukan, karena menurutnya Indonesia sendiri menjunjung tinggi nilai agama.

“Jati diri Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” Ucap Muchsin.

Menurut Muhsin, hal tersebut dapat dikaitkan kepada Pancasila sebagai dasar negara. Ia mengatakan bahwa inti dari Pancasila itu merupakan sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Pancasila adalah merupakan dasar negara. Yang dasar negara tersebut intinya adalah sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa,” Ucap Muhsin.

Muchsin juga mengutip perkataan Bung Karno mengenai keterkaitan keagamaan di Indonesia dengan perundang-undangan. Menurut Muhsin, saat itu Bung Karno mengajak masyarakat dari agama yang berbeda untuk memasuki parlemen dalam memperjuangkan nilai luhur kepercayaannya lewat perundang-undangan.

“Sebagaimana Soekarno ketika menyampaikan pada tahun 1959 ‘Hei orang-orang Islam, Anda tidak perlu mendirikan negara Islam, Kristen tidak perlu mendirikan negara Kristen, atau Katolik mendirikan negara Katolik. Silakan anda masuk dalam parlemen, kemudian diperjuangkan nilai luhur dalam agama anda tersebut. Silahkan dijadikan undang-undang.’ Itu merupakan konstitusional,” Kata Muhsin saat mengutip dan merumuskan kalimat Bung Karno pada tahun 1959.

Pernyataan FPI yang menyebut usaha memperjuangkan syariat Islam dalam UU tidak melanggar konstitusi, dengan melakukan literasi bahwa UU sudah menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, maka upaya untuk menggantikan Pancasila dengan paham ideologi lain termasuk penegakan Syariah Islam di Indonesia jelas melawan konstitusi.

Mengacu pada Munas Alim Ulama PBNU tahun 1983 di bawah pimpinan rais ‘am KH Ahmad Shiddiq, terdapat tiga hal penting berkaitan dengan Islam dan Pancasila, antara lain : Pertama, Pancasila bukan agama dan tidak bisa menggantikan agama; Kedua, Pancasila bisa menjadi wahana implementasi Syariat Islam; Ketiga, Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Maka berdasarkan butir-butir tersebut, jelas tidak ada pertentanagan antara Islam dan Pancasila. Pancasila itu Islami dan final.

Keberadaan FPI sebagai kelompok minoritas yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain menggunakan cara-cara kekerasan dan adu domba antar anak bangsa, bepotensi merusak sendi kedamaian dan kenyamanan yang telah dibangun dan dirawat oleh segenap masyarakat Indonesia sedemikian rupa.

Leave a Response