Indonesia

Mewaspadai Separatis OPM Akan Buat Kerusuhan

Oleh : Yeremia Kogoya )*

 

Pemerintah Mengapresiasi TNI dan juga Polri yang berhasil mencokol Pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Iris Murib ketika membeli senjata. Hal ini membuktikan bahwa kelompok separatis ingin melakukan aksi kekerasan jelang HUT OPM.

Menjelang HUT Organisasi Papua Merdeka yang jatuh pada 1 Desember 2019, TNI dan Polri optimis akan  tangkap Petinggi OPM. Hal ini terbukti ketika Tim Khusus Polda Papua beserta Satgas Nemangkawi berhasil menangkap petinggi OPM, Iris Murib pada 21 November 2019. Iris ditangkap saat tengah menyiapkan aksi jelang ulang tahun organisasi separatis Papua. Dirinya ditangkap tepat pukul 14.21 di kali Pindah-pindah, tepatnya di jalan trans Timika-Nabire, Distrik Iwaka. Meski sempat melakukan perlawanan, Iris tetap berhasil dibekuk.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan dalam proses penangkapan itu Iris Murib terpaksa ditembak, agar tidak bisa melarikan diri. Menurut Paulus, Iris diringkus saat mencari pasokan amunisi terkait rencana aksi 1 Desember 2019 tersebut. Selain itu, petinggi OPM ini ditengarai akan bergabung dengan KKB lainnya menuju wilayah TembagaPura. Baik yang berasal dari Intan Jaya, Sugapa maupun yang lainnya.

Dalam sebuah artikel ‘Profil Iris Murib, Pimpinan KKB yang Dikenal Sadis dengan Catatan Hitam’, Paulus Waterpauw menyebut Iris Murib beserta kelompoknya tergolong ekstrim dalam melancarkan aksinya. Terlebih sang petinggi OPM ini bertindak sebagai esksekutor. Beberapa riwayat kelam mengenai Iris Murib ini turut dibeberkan oleh Paulus. Yakni, sekitar tahun 2014 kelompok yang dinaungi Iris mengedor dua personel kepolisian di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

Dalam Serangan tersebut menyebabkan Aipda Tomson Siahaan dan Bripda Ari Aprianto gugur, ketika sedang mempersiapkan perayaan ibadah Natal di Gereja.

Di tahun 2015, Iris Murib pernah melancarkan penyerangan terhadap Polsek Sinak. Yang lagi-lagi memakan korban jiwa. Yakni, tiga personel Polisi gugur, dan satu orang terluka. Tak tanggung-tanggung dirinya berhasil merampas delapan senjata api beserta amunisinya. Paulus kemudian mengapresiasi keberhasilan tim gabungan ini dalam membekuk Iris Murib, sebab Iris Murib telah menjadi target operasional sejak lama. Keberadaannya begitu meresahkan karena dirinya terkenal keji, sadis dan tak berperikemanusiaan.

Kendati sang petinggi telah berhasil diringkus, Aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, masih getol melakukan cipta kondisi agar kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Papua tidak kembali terulang. Paulus juga memastikan akan meminimalisisir risiko terjadinya konflik di wilayah yang dianggap rawan jelang perayaan HUT OPM.

Daerah yang dimaksud meliputi Kabupaten Jayawijaya, Intan Jaya, Timika, Yahukimo, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Tolikara, dan juga Kabupaten Nduga. Tak hanya itu, TNI terus berupaya mendeteksi secara dini aneka pergerakkan KKB Papua khususnya di daerah Wamena, Jayawijaya.

Selain mewaspadai pergerakan KKB menuju wilayah-wilayah rawan tersebut diatas, TNI dan Polri mengklaim sudah mengetahui lokasi kelompok Egianus Kogoya yang selama ini ditengarai bercokol di Nduga. Pihak aparat keamanan akan selalu melakukan penyelidikan dengan menggandeng masyarakat yang selalu memasok informasi. Kemungkinan kelompok Egianus Kogoya ini sedang berada di Kuyagawe, kabupaten Lanny Jaya.

Lebih lanjut, TNI melaksanakan sejumlah pendekatan kepada masyarakat dengan menghelat beragam aktivitas. Termasuk melakukan Binter (Bina Teritorial) secara terpadu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan antara aparat keamanan dengan pihak masyarakat. Rangkaian kegiatan untuk masyarakat ini meliputi, bakti sosial, bersih-bersih gereja dengan masyarakat, kemudian agenda kegiatan pramuka, tak lupa kegiatan wawasan kebangsaan untuk anak sekolah khususnya bagi siswa SMA dan mahasiswa.

Ditangkapnya petinggi OPM Iris Murib ini tentunya tak lepas dari usaha panjang tak kenal lelah. Bahkan, nyawa-pun jadi taruhannya. Meski terkesan tak sepadan dengan pengorbanan, namun apresiasi ini memang harus diberikan. Mengingat mereka dengan sukarela, sekuat tenaga membaktikan diri untuk Nusantara. Apresiasi inilah yang menjadi bukti bahwa pemerintahan tak pernah menutup mata soal perjuangan yang mereka lakukan.

Perjuangan belum berhenti, masih ada pihak-pihak KKB dan OPM yang harus diringkus. Serta memberantas segala yang berhubungan dengan kelompok separatis ini hingga ke akar. Jangan biarkan mereka memiliki kesempatan untuk mengacaukan Nusantara. Perkokoh persatuan, hindari beragam provokasi negatif dari berbagai sumber, waspada akan segala kemungkinan yang terjadi. Mari jaga Papua bersama-sama, Papua adalah NKRI HARGA MATI!

 

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta