Indonesia

Mewaspadai Rencana Terbitnya Lagi Tabloid Obor Rakyat

Jakarta – Rencana penerbitan kembali tabloid provokatif  ‘Obor Rakyat’ mendapat beragam tanggapan termasuk dari Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Kehadiran tabloid Obor Rakyat pada Pilpres 2014 dipersoalkan banyak pihak karena dianggap telah menyebar berita hoax dan membohongi publik dengan fitnah. Saat itu Setiyardi Budiono selaku Pemimpin Redaksi Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa yang merupakan Redaktur Pelaksana dipolisikan karena diduga menebar fitnah terhadap Jokowi.

Sekretaris TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menyeret Obor Rakyat ke ranah hukum apabila lagi-lagi mengabarkan berita fitnah bagi Jokowi dan juga Ma’ruf Amin. Seharusnya Pemred Obor Rakyat dapat belajar dan sudah jera karena menerima hukuman penjara akibat menerbitkan berita hoaks. Namun, Hasto merasa yakin bahwa banyaknya kabar hoaks yang diarahkan kepada Jokowi tak memiliki dampak bagi kepercayaan rakyat.

Senada dengan Hasto, juru Bicara TKN Jokowi-Maruf, Irma Suryani Chaniago mengimbau masyarakat maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mewaspadai kehadiran Tabloid Obor Rakyat dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan konten hoaks didalamnya.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengungkapkan, pihaknya akan menggerakan para kader banteng sebagai mata dan telinga partai guna memantau rencana penerbitan kembali Tabloid Obor Rakyat.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Arsul Sani, bahwa TKN tidak khawatir dengan rencana penerbitan kembali tabloid Obor Rakyat. Ia yakin pemilih kini tidak mudah terpengaruh dengan pemberitaan bohong di tengah masyarakat.

Untuk diketahui, Tabloid Obor Rakyat berencana akan mendaftarkan diri menjadi badan hukum dan sedang menentukan lokasi kantor untuk dijadikan tempat memproduksi berita.

Tim Paslon no 02, Prabowo-Sandiaga, telah mulai kehilangan ide, nalar dan strategi untuk ambisi memenangkan pilpres dengan segala cara. Saat ini, merek mungkin sudah putus asa sehingga mendorong untuk menerbitkan lagi tabloid yang jelas merupakan media provokatif bahkan pemrednya dipolisikan.

Hal ini perlu diwaspadai bersama sehingga masyarakat tidak terpengaruh dan terbentuk opini atas agenda tersebut. Jelang pesta demokrasi 5 tahunan ini, Masyarakat Indonesia diharapkan agar tidak mudah terhasut dan bisa menciptakan Pemilu yang aman dan damai. (erenmcf)

Leave a Response