Indonesia

Metamorfosis Gerakan Radikalisme Sebagai Ancaman Bangsa

JAKARTA – Ancaman radikalisme di lingkungan harus tetap menjadi perhatian untuk diwaspadai dan dicegah penyebarannya. Baik itu dilingkungan pendidikan, lingkungan sosial bahkan dilingkungan kerja.

Kelompok radikal ingin memaksakan paham/ ideologi mereka yang bertentangan dengan Pancasila. Mereka tidak segan-segan menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuan menghancurkan NKRI.

Tapi jangan salah. Akhir-akhir ini, radikalisme juga berkembnag di berbagai platform media, baik itu media online maupun media sosial.

Radikalisme merupakan salah satu dari tindakan yang berpotensi merongrong ketangguhan negara. Sayangnya, radikalisme juga banyak di kalangan muda terpelajar seperti mahasiswa. Tak jarang aliran garis keras masuk ke kampus mengajak mahasiswa untuk bisa bergabung. Radikalisme di kampus jika tidak ditangani dengan serius maka bisa menjadi persoalan di kemudian hari bagi instansi maupun perguruan tinggi tersebut.

Munculnya kelompok generasi muda yang menolak pancasila dinilai karena tidak paham substansinya, padahal ideologi ini dapat mewadahi semua agama.

Saat ini juga, dengan menggunakan media sosial, mereka akan bisa dengan mudah menebar teror, menebar propaganda radikalisme, merekrut anggota baru, bahkan mencari sumber pendanaan, Dan praktek semacam itu masih terjadi hingga saat ini. Ketika propaganda begitu massif disebar, setiap hari, setiap jam, setiap detik, maka akan semakin sering intensitas paham radikalisme itu masuk ke dalam pikiran.

Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi bangsa ini. Sedangkan Pancasila adalah hambatan bagi radikalisme dan terorisme. Oleh sebab itu, memperkuat pengamalan dan perbuatan sesuai dengan Pancasila, akan bisa memberantas paham radikal.

Radika 100,3FM Majalengka akan mengadakan diskusi dengan tema ‘Metamorfosis Gerakan Radikalisme Sebagai Ancaman Bangsa’. Diskusi yang bakal digelarpada Rabu 21 Agustus 2019 mulai jam 10.00 WIB, akan turut menghadirkan narasumber dari PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat dan PWI Majalengka.

Sebagai warga negara Indonesia, hidup dalam keragaman merupakan keniscayaan. Jika masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan perbedaan, mereka kurang memahami budaya Indonesia yang sesungguhnya.

Pentingnya komitmen untuk saling mengingatkan, saling mengawasi, dan saling menebar kedamaian. Upaya menebar kedamaian ini harus diimplementasikan dalam setiap ucapan dan tindakan. Perpaduan keduanya akan membuat lingkungan menjadi toleran, terbuka, dan menghargai keragaman.

 

Tags : radikalisme

Leave a Response