Indonesia

Mahfud MD Tegaskan MK Dipercaya Rakyat, Yang Tidak Percaya Adalah Provokator

JAKARTA –  Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap independensi dan kredibilitas MK masih sangat tinggi. Sedangkan yang tidak percaya MK hanyalah segelintir orang dan provokator dengan kondisi emosional yang labil.

“Siapa bilang MK tidak dipercaya? MK itu dipercaya rakyat. Yang tidak percaya itu, provokator-provokator yang sedikit jumlahnya,” ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5).

Mahfud MD menanggapi pernyataan sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang tidak akan mengajukan gugatan ke MK dengan alasan lembaga tersebut sudah tidak dapat dipercaya lagi.

Ditegaskannya, MK adalah lembaga yang sudah diamanatkan oleh rakyat dan diatur dalam undang-undang sehingga hanya MK yang bisa memutuskan hasil Pemilu sah atau tidak. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jika ada kontestan pemilu yang tidak mengajukan gugatan apa pun, maka hasil pemilu tetap sah dan wajib dihormati seluruh pihak.

“Kalau ada yang tidak puas, bisa dibawa ke MK. Ada waktu tiga hari. Tanggal 22 ditetapkan, paling lama tanggal 25 ada gugatan ke MK,” ujar Mahfud.

Jika BPN Prabowo tetap tidak hadir atau mengakui pengumuman Pemilu 2019 pada 25 Mei, hasilnya pun tetap akan disahkan.

“Misalnya saat ditetapkan mereka tak datang, tak mau tanda tangan berita acara ya selesai Pemilu. Hukumnya selesai tak ada masalah,” ucapnya.

Melihat penjelasan dai mantan Ketua MK ini,maka Kubu Prabowo hanya memiliki satu jalur hukum yang sah secara konstitusional untuk menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 dengan mengajukan gugatan sengketa Pemilu ke MK maksimal 3 hari setelah pengumuman KPU. Jika sampai batas waktu tidak ada kontestan yang mengajukan gugatan Pemilu, maka berdasarkan UU yang berlaku, hasil Pemilu tetap sah dan wajib dihormati seluruh peserta Pemilu.

(rene/mcf)

Leave a Response