Indonesia

Jangan Terprovokasi Video Viral Pemecah Belah Umat Beragama

JAKARTA – Media sosial saat ini sedang ramai dengan informasi viral yang menyebutkan sejumlah aksi yang memprovokasi umat beragama di Indonesia. Menurut video yang beredar, aksi tersebut dilakukan di sejumlah daerah seperti di Jambi, Tasikmalaya, Tangerang dan Jogja.

Seperti video viral di Jambi. Seorang perempuan yang bertengkar dengan seorang laki-laki berjubah di toilet umum di Terminal Alam barajo, Jambi. Dalam video disebutkan pemicu pertengkaran karena laki-laki tersebut menginjak alkitab.

Kabar lain di media sosial, penganiayaan orang gila terhadap ulama atau ustaz di Tasiklamaya, Jawa Barat. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi mengeglar razia terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Pelaku penganiaya umat beragama lainnya yang juga diduga orang mengalami gangguan kejiwaan terjadi di gereja St Lidwina Bedog, Jogjakarta. Menurut informasi, pelaku membawa pedang dan menyerang jemaat yang sedang misa pagi. Pelaku juga menyerang Romo Prier.

Video lainnya mengatakan, biksu Mulyanto Nurhalim yang dilarang beribadah di Desa Babat, Kecamatan, Tangerang.

Aksi-aksi tersebut jika tidak disikapi dengan bijak, akan menyulut perpecahan antar umat beragama. Sebab pelaku memahami jika melakukan hal yang tidak lazim terhadap agama dan perangkatnya seperti kitab suci, ulama, dan tempat ibadah dapat dengan mudah membuat marah umat beragama.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam meminta kepada setiap umat beragama untuk menjaga kerukunan dan sikap harmonis.

“Umat beragama perlu menjaga harmoni dalam kehidupan beragama dan kehidupan bertetangga yang diikat satu komitmen kebangsaan,” kata Asrorun.

Menurut Asrorun, perlu ada toleransi dan menjaga aturan hukum dalam pelaksanaan ajaran agama. Selain itu, jika ada satu masalah antar umat beragama, haruslah diselesaikan dengan cara damai.

Masyarakat memang sepatutnya menyaring kembali semua informasi yang diterima. Sebab, tahun politik di 2018 dan 2019, dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah persatuan bangsa. Sebaiknya masyarakat menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian dan jangan bertindak sendiri dengan main hakim sendiri. Main hakim sendiri justru menambah keruh suasana dan merugikan kehidupan berbangsa yang bertahun-tahun hidup dalam keharmonisan.

Leave a Response