Kabar

HRW Sebar Hoaks Aparat Lakukan Penyiksaan terhadap Warga Papua

JAKARTA – Thousands airlifted as Papua crisis worsens; HRW seeks probe into Wamena killings” dipublikasikan oleh media online IBTimes.sg pada 8 Oktober 2019. Dalam artikel tersebut, Human Rights Watch (HRW) meminta Indonesia secara independen menyelidiki kerusuhan di Wamena yang menewaskan 33 orang Papua.

Artikel menyebutkan pada Senin, 7 Oktober 2019, Angkatan Udara Indonesia mengevakuasi sebanyak 11.400 orang dari wilayah yang dilanda krisis, sebagian besar adalah migran yang tinggal di wilayah tersebut, dan lebih banyak lagi orang yang menunggu untuk diselamatkan oleh pesawat militer.

Secara provokatif HRW menuding pasukan keamanan Indonesia sering melakukan pelanggaran terhadap penduduk Papua, termasuk penahanan sewenang-wenang dan penyiksaan. Terdapat kurangnya akuntabilitas internal di dalam pasukan keamanan dan sistem peradilan yang berfungsi buruk. Kegagalan untuk menghukum pelanggaran serius oleh pasukan keamanan Indonesia telah memicu kebencian di antara orang Papua.

Tuduhan tersebut tidak berdasar dan bentuk provokasi asing untuk memperkeruh situasi di Papua.
Pasalnya, Indonesia adalah negara berdaulat yang memiliki kewenangan penuh untuk menyelesaikan permasalahan dalam negeri, maka negara-negara lain dilarang mencampuri atau mengintervensi urusan negara Indonesia, termasuk membuat pemberitaan yang belum terverifikasi kebenarannya hanya untuk memperkeruh suasana dan mengambil keuntungan dari permasalahan di Papua.

Pemerintah Indonesia mampu mengatasi masalah di Papua secara mandiri. Sejumlah upaya juga telah dilakukan untuk meredam situasi di Papua, termasuk penegakkan hukum dan upaya untuk dialog dan persuasi. Maka negara asing tidak perlu sok tau dan ikut campur masalah Indonesia.

Tags : HRWPapua

Leave a Response